Jembatan Penyangga atau Cantilever Bridge

Jembatan penyangga (Cantilever bridge)

Jembatan penyangga umumnya dipergunakan buat mengatasi problem pembuatan bila keadaan tidak praktikal buat menunda beban jembatan dari bawah semasa pembuatan.

Ditimbulkan ia agak keras/tidak simpel bergoyang, ia sinkron digunakan buat membawa landasan kereta api. Walaupun berasal segi seni bersinar-sinar penyangga selalunya memiliki cuma satu bagian, buat jembatan umumnya dua bahagian (sepasang) yang serupa didesain.

Satu kelebihan jambatan ini adalah ia boleh dibina menggunakan cuma bekerja memakai caisson sementara – ini dilakukan menggunakan membentuk kedua-dua bagian sekaligus buat memastikan keseimbangan jembatan itu. Jembatan lain dengan keseimbangan yang harus mumpuni adalah jembatan gerak yang juga telah dibahas di blog ini.

Kebanyakan jembatan penyangga menggunakan sepasang struktur yang serupa, setiap satu dengan satu menara dan 2 penyangga yang terjulur keluar. Kemudian, apabila siap, jembatan itu umumnya akan ditambat pada ujungnya, buat mengelakkan penyangga tadi terjungkit, serta membuat celah yang lebar di antara kedua-2 penyangga tadi.

Selesainya itu, satu jalan yang telah siap dibina awal-awal diangkat serta diletakkan di tengah-tengah jambatan itu memakai kabel buat meyambung ke 2-2 bagian. Jika tidak, bagian tengah jalan itu mampu dirancang saat itu jua daripada bagian-bagiannya.

Prinsip penyangga ini biasa dipergunakan dalam pembuatan jembatan gerbang stress. Dalam kebanyakan pembuatan jembatan jeda jauh moden, menara dan kabel ad interim digunakan buat menahan bagian-bagian gerbang yang didesain secara bertingkat.

Cara ini relatif sama menggunakan cara pembuatan jembatan kabel-hambatan. Penggunaan menara ad interim ini mengurangi jumlah bahan yang diperlukan dan memudahkan perancangan.

Jembatan Alang (Beam bridge)

Jembatan ini pula dapat dinamakan keturunan serentak jambatan batang kayu, jambatan alang kebanyakan dibuat dari alang keluli "I", konkrit diperkuat atau konkrit telah-tertegang (post-tensioned concrete) yg panjang. Dia kurang dipakai waktu ini kecuali buat jarak yg dekat. Jembatan ini senantiasa difungsikan buat jembatan pejalan kaki & pun jembatan-jembatan yg merintangi hutan.