Jembatan Lengkung & Jembatan Gantung

Jembatan Lengkung (arch bridge)

Jembatan lengkung mempunyai abutment terhadap tiap-tiap ujungnya. Beban jembatan didorong ke abutment kepada ke-2 sudut. Jembatan lengkung tertua di dunia dibangun diperadaban Yunani, termasuk juga Jembatan Arkadiko.

Bersama rentang sejauh 220 meter, Jembatan Solkan diatas Sungai Soča di Solkan, Slovenia, yaitu jembatan batu ke-2 paling besar didunia & jembatan batu trek kereta terpanjang. Selesai dibangun terhadap th 1905.

Lengkungannya yg terdiri dari 5,000 ton blok batu diselesaikan cuma dalam 18 hri, yaitu lengkungan baru ke-2 paling besar di dunia, dikalahkan cuma oleh Friedensbrücke (Syratalviadukt) di Plauen, & lengkungan batu trek kereta paling besar.

Lengkungan Friedensbrücke, yg dibangun kepada th yg sama, merentang sepanjang 90m & melintasi lembah Sungai Syrabach. Perbedaan keduanya merupakan Jembatan Solkan dibuat dari blok bebatuan, berbeda dengan friendenbrucke yang batunya itu dihancurkan dulu lalu dicampurkan ke dalam semen mortar.

Jembatan lengkung paling besar sekarang merupakan Jembatan Chaotianmen di atas Sungai Yangtze bersama panjang 1,741m & rentangan sejauh 552 m. Jembatan ini di buka kepada tanggal 20 April 2009 di Chongqing, China. Struktur jembatan lengkung selalu bisa membuat saya kagum, sama halnya dengan jembatan kabel yang nampak rumit namun indah.

Jembatan Gantung (Suspension bridge)

Jembatan gantung adalah satu lagi jenis jembatan yg pertama, dan masih lagi dirancang memakai bahan asli, seperti tali jerami pada setengah wilayah di Amerika Selatan. Telah semestinya jembatan ini diperbarui secara terpola kerana bahan ini tidak tahan lama , serta pada sana, bahan-bahan ini dirancang oleh keluarga-famili sebagai sumbangan warga . Homogen variasi yg lebih kekal, sinkron buat pejalan kaki dan kadang kala penunggang kuda boleh dirancang daripada tali biasa.

Puak Inca di Peru jua pernah memakai jembatan ini di abad ke-16 buat jarak sejauh 60 meter. Bagi jembatan ini, laluan jalan akan mengikut lengkungan menurun dan menaik kabel yang membawa beban. Tali tambahan jua diletakkan di wajah yang lebih tinggi menjadi kawasan berpegang. Buat berjalan pada jembatan seperti ini, dengan cara berjalan mirip meluncur, sebab cara berjalan yg biasa akan membuat gelombang berkecimpung yang akan menyebabkan jembatan serta pejalan kaki bergoyang atas-ke-bawah atau kiri-ke-kanan.

Jembatan gantung terbaru yang mampu membawa tunggangan memakai 2 menara menggantikan utama. Kabel yang merentangi jembatan ini perlu ditambat dengan bertenaga di kedua belah ujung jembatan, sebab sebagian besar beban pada atas jembatan akan dipikul oleh tegangan di pada kabel utama ini.

Menjadi jalannya dihubungkan ke kabel utama menggunakan menggunakan jaringan kabel-kabel lain yang digantung menegak. Jembatan mirip ini hanya cocok dipergunakan buat jeda yg jauh, atau tidak memungkinkan didirikan tiang resistor sebab arus deras serta berbahaya.

Jembatan penyangga nampak memiliki struktur yang lebih rumit dibanding jembatan gantung. Jembatan mirip ini jua selalu sebagai suatu pemandangan yang rupawan. Jembatan ini tidak sinkron buat digunakan sang kereta api sebab akan melentur ditimbulkan sang beban kereta.